Skateboarding maximizes Jakarta infrastructure functions

Skateboarding memaksimalkan fungsi infrastruktur Jakarta




Skateboarding saat ini menjadi fenomena global. Dengan populasi sekitar 50 juta skateboarder yang tersebar di seluruh dunia, bahkan mungkin jumlah tersebut akan terus bertambah dengan diumumkannya skateboard sebagai olahraga di Olimpiade 2020. 

Indonesia sendiri menjadi negara di Asia yang pertama kali menjadi penyelenggara kompetisi skateboard dalam ASIAN GAMES. Ditambah skateboarder Indonesia yang mewakili negara dalam ajang tersebut meraih prestasi yang membanggakan, dengan catatan nih ya skateboard di Indonesia sebelumnya tidak memiliki pelatihan, fasilitas sebaik dan selengkap cabang olahraga lain lho.

Awalnya orang mungkin mengenal skateboard melalui majalah Thrasher atau game. Tapi kini, mereka yang bergaya modis ala Vogue dan Hypebeast mungkin lebih "skateboard" daripada skateboarder itu sendiri. Skateboard tidak lagi hanya untuk anak muda "gabut", punk, kaum urban atau kaum rebel subkultur. Namun skateboard hari ini ada di mana-mana dan untuk semua orang.

Salah satu yang kita tahu dari dampak sebuah trend adalah "booming" atau kondisi dimana terjadinya sensasional atau kepopuleran yang luar biasa, menyebar secara cepat (thanks for akun repost) dan biasanya untuk jangka waktu lama, yang menjadi daya tarik tersendiri dan memikat banyak khalayak ramai. Akibatnya skateboarder yang tadinya berada pada jumlah "reguler" yang mengisi ruang-ruang publik di suatu kota akan mengalami lonjakan secara jumlah dan yang kami lihat di lapangan jumlah ini sangat masif.

sketbordist


Kami sangat setuju dengan pembangunan skatepark. Hal ini dikarenakan skatepark merupakan sarana yang dipergunakan nantinya dalam sebuah kompetisi resmi. Namun tidak dapat dipungkiri, kebiasaan skateboarder yang ingin selalu mengeksplor hal-hal baru membuat mereka akan selalu nomaden, tidak melulu main di satu tempat, dan akan terus mencoba spot-spot baru. Jika pembangunan skatepark mampu menekan atau memfasilitasi jumlah ledakan para skateboarder, pembangunan itu tentunya akan menjadi solusi yang baik. Namun jika tidak, hal itu mungkin hanya jadi tambahan APBD yang akan disesali di kemudian hari.

Perlu diketahui pastinya ruang publik saat ini tidak dirancang untuk kegiatan skateboarding. Rancangan infrastruktur sebuah kota biasanya akan berfokus pada peningkatan sarana dan prasarana penunjang di perkotaan, seperti perkantoran, hunian, infrastruktur pelayanan dasar, pembangunan angkutan umum massal, dan pendukung kegiatan ekonomi lainnya. Skateboarding sepertinya jauh dari prioritas-prioritas dasar tersebut. Meski hal ini akan segera dibantah dengan kalimat "kan sudah dibuatin tuh, arena skitbotnya".

Yang menjadikannya sebuah ruang publik di suatu kota tampak "skateable" adalah karena para "skateboardist" (panggilan sayang warganet baru-baru ini untuk para skateboarder) memiliki cara pandang berbeda. Meski kebanyakan terlihat seperti gembel atau anak muda jobless, para skateboaders terus-menerus belajar dan menemukan trik baru dan hal ini menuntut inovasi, pengambilan risiko, dan kemampuan untuk belajar menghadapi kegagalan. Hal ini yang membuat skateboarders melihat sebuah tangga bukan hanya sebuah akses untuk dilewati dengan kaki, sebuah tembok bukan hanya untuk background "selfie" atau sebuah miss konstruksi bangunan agak miring yang hanya menjadi bahan ejekan bagi warganet dengan ditambahkan cerita-cerita horor.



Melalui fenomena ledakan jumlah para anak muda gaul ini (sebagian warganet yang sepertinya tidak memiliki kegiatan berfaedah menyebut mereka sampah), mungkin menjadikan Jakarta sebagai kota pertama yang mampu mengubah infrastruktur kota menjadi lebih skateable. Disadari atau tidak, Pemda DKI sebenarnya telah menemukan solusi untuk hal ini. Lebih dari itu, Jakarta akan dicatat sebagai kota yang memiliki pemerintah daerah yang "beneran" mendengarkan aspirasi warganya hingga ke level paling bawah dan menjadi kota destinasi wisata urban terbaik yang pernah ada. Program kerja Pemerintahan Provinsi Daerah DKI Jakarta untuk memopulerkan Jakarta melalui program "Enjoy Jakarta" pun jadi semakin tepat guna karena tidak sedikit skateboarder luar Jakarta maupun luar negeri yang kagum atas pembangunan Jakarta saat ini.

Di beberapa kesempatan kami melihat betul para pelaksana proyek pembangunan infrasturkur di sepanjang Jalan Sudirman berdiskusi langsung dengan para "skateboardist". Bertanya tentang struktur, bentuk, serta tambahan material yang benar dan awet untuk digunakan oleh mereka. Yang lebih mencengangkan adalah hal itu bukan hanya sebagai "gimmick". Mereka tidak hanya mendengarkan, tapi benar-benar mengerjakan masukan-masukan yang diberikan. 

Sebagai contoh kami mengunjungi salah satu spot favorit di seberang Tugu Pemuda Membangun. Ada sebuah ledge (bentuknya seperti bangku besar berundak), sebelumnya sisi dan sudut ledge tersebut dibuat dengan bahan semen yang notabene akan mudah hancur jika terkena benturan keras. Kini diubah oleh Pemprov DKI dengan mengganti sisi tersebut dengan lis besi dengan ketebalan yang tidak main-main, sehingga membuat konstruksi bangunan tersebut makin kokoh, awet dan yang paling penting membuatnya makin memiliki banyak fungsi menurut kami, dan itu amat sangat skateable dan tidak merusak.

Lis besi tambahan yang diberikan Pemprov DKI
 

Alih-alih membangun banyak arena skitbot (sebutan sayang warganet juga) yang mungkin akan menambah banyak anggaran, kenapa tidak membuat infrasturktur kota ini menjadi ramah komunitas? Selain memiliki tambahan nilai fungsi dan estetika, ruang publik juga akan menjadi sarana yang lebih menyenangkan untuk bersosialisasi dengan warga lainnya. Dengan terus mengembangkan solusi yang telah ditemukan sendiri oleh Pemprov kota dan para pelaku komunitas, diharapkan hal ini mampu menjadi pilot project untuk kota-kota lainnya di Indonesia, sehingga skateboard tak hanya berkembang dan over ekspos di Jakarta saja.


WNDR

Photo : Rio Sanjaya / Ismawadi Utomo
 



3 comments :

  1. Gimana mau punya nilai estetika kalau bench buat duduk lo pake grind sampe kayunya copot? Pemda sih seneng2 aja dapet bancakan proyek baru. Harusnu

    ReplyDelete
  2. Netizen Maha BenarNovember 5, 2019 at 6:25 AM

    Komen atas gw kayaknya neyizen akun repost... tau bener kayaknya temennya pilot?

    ReplyDelete
  3. Orang udah sampe dapet medali dia masih ngomongin bangku dong???

    ReplyDelete

Copyright © WNDR. live your life likescurving